Para pembaca yang kami muliakan, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati seorang hamba, itu semua akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat kelak. Yang pada hari itu anggota badan seorang hamba; tangan, kaki, dan kulit akan menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat. Manusia adalah tempat kesalahan dan dosa. Semua anak cucu Adam pernah berbuat kesalahan. Sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang paling cepat bertaubat.
Tolak ukur kebaikan seorang hamba bukanlah terletak pada pernah atau tidaknya dia berbuat kemaksiatan. Akan tetapi yang menjadi tolak ukur adalah orang yang segera bertaubat manakala berbuat kemaksiatan, serta tidak terus menerus berada dalam kubangan kemaksiatan.
Segeralah bertaubat, wahai hamba-hamba Allah, sebelum ajal menjemputmu! Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera. Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (An-Nisaa’: 17-18)
Wallahu a’lam bishshowab.
Jumat, 09 Juli 2010
Sabtu, 03 Juli 2010
Do’a Senjata Kaum Mukminin
Kaum muslimin hamba-hamba Allah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, merupakan perkara yang telah diketahui oleh kaum muslimin, bahkan tidak samar lagi bagi seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya, bahwa do’a adalah ibadah dari sekian ibadah-ibadah yang Allah perintahkan kepada hanba-hamba-Nya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Berdo’alah kepadaKu pasti Aku kabulkan bagi kalian.” (Al-Mu’min: 60)
dan juga firman-Nya: “Jika hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku maka katakanlah bahwa Aku dekat (terhadap hamba-Nya) dan Aku mengabulkan do’a orang yang berdo’a, jika mereka berdo’a kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 186)
Dari dua ayat diatas jelas adanya perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya agar berdo’a hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja. Hal ini karena do’a merupakan ibadah yang agung. Bahkan do’a merupakan ibadah yang sangat penting, yang mana dengan ibadah do’a tersebut menunjukkan bahwa hamba yang berdo’a tersebut benar-benar lemah dan senantiasa sangat butuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Juga, dengan berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan betapa rendahnya kedudukan hamba tersebut di hadapan-Nya, serta sangat butuhnya terhadap rahmat serta kasih sayang-Nya.
Juga yang menunjukkan bahwa doa itu ibadah adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang shahih:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Do’a itu adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Do’a adalah ibadah yang sebenarnya dan sangat pantas untuk disebut ibadah, karena seorang hamba yang berdo’a, ia menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dan berpaling dari selain-Nya, serta hanya mengharap kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengabulkan do’anya. (Lihat ‘Aunul Ma’bud dan Tuhfatul Ahwadzi)
Pembaca yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, para ulama’ mengibaratkan do’a sebagai sebuah senjata, dikarenakan pentingnya do’a bagi seorang mukmin untuk membentengi dirinya.
Diantaranya, apa yang dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim bahwa do’a-do’a dan ta’awwudz-ta’awwudz (do’a-do’a dalam rangka memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala) kedudukannya seperti sebuah senjata. Dan tentunya sebuah senjata tidak semata-mata hanya mengandalkan ketajaman saja. Akan tetapi juga meliputi kelengkapan-kelengkapan lainnya, seperti gagang/pegangan senjata tersebut, dan lain-lainnya. Maka ketika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna dan tidak ada kekurangan padanya, pemegangnya adalah orang yang ahli, serta tidak ada penghalang lain untuk mengenai sasaran, maka ia akan mampu menghancurkan musuh. Akan tetapi sebaliknya, jika hilang kesempurnaan senjata tersebut atau ada padanya kekurangan, maka kurang atau bahkan hilang pengaruhnya terhadap musuh (tidak bisa menghancurkan musuh).
Beliau juga menjelaskan bahwa do’a merupakan obat yang sangat mujarrab (terbukti) dan sebagai pelindung dari bala`/musibah, mencegah dan mengobatinya, serta meringankan bila musibah telah menimpa. Peran do’a terhadap musibah ada tiga keadaan:
1. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih kuat daripada bala` sehingga bisa mengangkat/menghilangkan bala` atau musibah tersebut.
2. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih lemah daripada bala`, maka bala` tersebut akan menimpa hamba (yang berdo’a). Akan tetapi terkadang do’a yang lemah tadi bisa meringankan bala` yang menimpa.
3. Keberadaan do’a terhadap bala` berimbang atau sama kuat, sehingga saling mencegah satu dengan yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ يُغنِي حَذْرٌ مِنْ قَدَرٍ ، وَالدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ ، وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، وَإِنَّ البَلاَءَ لَيَنْزِلُ فَيَتَلَقَّاهُ الدُّعَاءُ فَيَعْتَلِجَانِ إِلىَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah bermanfaat kehati-hatian dari takdir dan do’a bermanfaat terhadap apa-apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Sesungguhnya bala`/musibah pasti terjadi kemudian bertemu dengan do’a, maka keduanya saling berperang sampai datangnya hari kiamat.” (Hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim dari shahabiyah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah. Lihat Ad-Da’ wa Ad-Dawa’)
Demikianlah do’a, memiliki peran yang luar biasa pengaruhnya dalam melindungi diri. Sehingga memang kedudukan do’a tidak jauh bedanya dengan senjata. Jika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna, maka akan memberikan manfaat yang besar bagi pemiliknya. Begitupun dengan do’a. Jika do’a tersebut adalah do’a yang terpenuhi padanya syarat-syarat dan adab dalam berdo’a serta tidak adanya penghalang, maka sungguh pelakunya akan melihat hasil do’anya tersebut.
Oleh karenanya, penting bagi seseorang yang berdo’a untuk mengetahui syarat-syarat dan adab-adab dalam berdo’a, serta hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya do’a, sehingga do’a tersebut benar-benar akan berfungsi sebagai sebuah senjata yang ampuh. Diantara syarat dan adab dalam berdo’a adalah:
1. Ikhlash, hadirnya hati, dan mengharap do’anya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Sesungguhnya Allah tidak menerima do’a dari hati yang lalai lagi main-main (tidak bersungguh-sungguh).” (HR. At-Tirmidzi)
2. Tidak terburu-buru
Sikap sabar dan tidak terburu-buru dalam berdo’a merupakan syarat dan adab dikabulkannya sebuah do’a. Sebaliknya, terburu-buru dan tidak sabar dalam berdo’a merupakan penghalang dikabulkannya do’a. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan hal ini dalam sabdanya:
« يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي»
رواه البخاري من حديث أبي هريرة
وفي رواية مسلم بلفظ: لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
Akan dikabulkan do’a salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu-buru (dalam do’anya) dan berkata: “Saya telah berdo’a, tapi belum juga dikabulkan!” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Dalam riwayat Muslim dengan lafazh: “Senantiasa dikabulkan do’a seorang hamba selama ia tidak berdo’a dalam perkara dosa atau dalam rangka memutus hubungan silaturrahim, serta tidak terburu-buru.” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apa maksudnya terburu-buru (dalam do’a)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Yaitu orang yang berdo’a tersebut berkata: ‘Saya sudah berdo’a dan berdo’a, tapi belum juga dikabulkan.’ Kemudian ia jenuh/bosan untuk berdo’a dan akhirnya meninggalkan do’a (tidak lagi berdo’a).”
Makna terburu-buru dalam berdo’a disini yaitu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits, yakni terburu-buru untuk melihat hasil do’anya. Dan bukan maknanya, terburu-buru dalam melafazhkan do’a, walaupun yang demikian ini mengurangi adab dalam berdo’a.
3. Menjauhi perkara yang haram
Diantara penghalang terkabulnya do’a adalah makan, minum, berpakaian dari apa-apa yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ}
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ »
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan Allah telah memerintahkan kaum mukminin dengan apa-apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah berfirman: “Wahai para rasul, Makanlah dari yang baik-baik dan beramal sholehlah. Sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui apa-apa yang kalian lakukan.”
Dan juga firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang Kami rizkikan kepada kalian.”
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan rambutnya acak-acakan dan penuh debu, kemudian ia (laki-laki tersebut) mengangkat tangannya ke langit (seraya berdo’a), “Ya Rabbi, ya Rabbi,” akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram. Maka bagaimanakah do’anya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan kita selaku umatnya dari hal-hal yang haram, baik makanan, minuman, pakaian, serta hasil usaha yang haram yang mana itu semua merupakan penghalang terbesar dikabulkannya do’a.
4. Mengangkat tangan ketika berdo’a
Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.
5. Memilih waktu-waktu dikabulkan do’a
Memperhatikan waktu-waktu yang mustajab (waktu-waktu do’a dikabulkan) merupakan hal penting bagi seorang yang berdo’a. Yang mana pada waktu-waktu tersebut sangat besar kemungkinan do’a dikabulkan, maka diantara waktu-waktu mustajab yang disebutkan oleh ulama berdasarkan dalil dari Al-Qur`an maupun hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih adalah: Sepertiga malam akhir, antara adzan dan iqamah, akhir waktu Ashar hari Jum’at, ketika sujud, ketika safar, ketika berpuasa, akhir dari shalat lima waktu (yakni ketika sebelum salam).
Jika terpenuhi pada sebuah do’a syarat dan adabnya, serta tidak adanya penghalang, dan dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, maka hampir-hampir do’a tersebut tidak ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala, serta do’a tersebut benar-benar berfungsi seperti sebuah senjata ampuh yang memberikan manfaat bagi pemiliknya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Buletin Islam AL ILMU Edisi: 15/IV/VIII/1431
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Berdo’alah kepadaKu pasti Aku kabulkan bagi kalian.” (Al-Mu’min: 60)
dan juga firman-Nya: “Jika hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku maka katakanlah bahwa Aku dekat (terhadap hamba-Nya) dan Aku mengabulkan do’a orang yang berdo’a, jika mereka berdo’a kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 186)
Dari dua ayat diatas jelas adanya perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya agar berdo’a hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja. Hal ini karena do’a merupakan ibadah yang agung. Bahkan do’a merupakan ibadah yang sangat penting, yang mana dengan ibadah do’a tersebut menunjukkan bahwa hamba yang berdo’a tersebut benar-benar lemah dan senantiasa sangat butuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Juga, dengan berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan betapa rendahnya kedudukan hamba tersebut di hadapan-Nya, serta sangat butuhnya terhadap rahmat serta kasih sayang-Nya.
Juga yang menunjukkan bahwa doa itu ibadah adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang shahih:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Do’a itu adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Do’a adalah ibadah yang sebenarnya dan sangat pantas untuk disebut ibadah, karena seorang hamba yang berdo’a, ia menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dan berpaling dari selain-Nya, serta hanya mengharap kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengabulkan do’anya. (Lihat ‘Aunul Ma’bud dan Tuhfatul Ahwadzi)
Pembaca yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, para ulama’ mengibaratkan do’a sebagai sebuah senjata, dikarenakan pentingnya do’a bagi seorang mukmin untuk membentengi dirinya.
Diantaranya, apa yang dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim bahwa do’a-do’a dan ta’awwudz-ta’awwudz (do’a-do’a dalam rangka memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala) kedudukannya seperti sebuah senjata. Dan tentunya sebuah senjata tidak semata-mata hanya mengandalkan ketajaman saja. Akan tetapi juga meliputi kelengkapan-kelengkapan lainnya, seperti gagang/pegangan senjata tersebut, dan lain-lainnya. Maka ketika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna dan tidak ada kekurangan padanya, pemegangnya adalah orang yang ahli, serta tidak ada penghalang lain untuk mengenai sasaran, maka ia akan mampu menghancurkan musuh. Akan tetapi sebaliknya, jika hilang kesempurnaan senjata tersebut atau ada padanya kekurangan, maka kurang atau bahkan hilang pengaruhnya terhadap musuh (tidak bisa menghancurkan musuh).
Beliau juga menjelaskan bahwa do’a merupakan obat yang sangat mujarrab (terbukti) dan sebagai pelindung dari bala`/musibah, mencegah dan mengobatinya, serta meringankan bila musibah telah menimpa. Peran do’a terhadap musibah ada tiga keadaan:
1. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih kuat daripada bala` sehingga bisa mengangkat/menghilangkan bala` atau musibah tersebut.
2. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih lemah daripada bala`, maka bala` tersebut akan menimpa hamba (yang berdo’a). Akan tetapi terkadang do’a yang lemah tadi bisa meringankan bala` yang menimpa.
3. Keberadaan do’a terhadap bala` berimbang atau sama kuat, sehingga saling mencegah satu dengan yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ يُغنِي حَذْرٌ مِنْ قَدَرٍ ، وَالدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ ، وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، وَإِنَّ البَلاَءَ لَيَنْزِلُ فَيَتَلَقَّاهُ الدُّعَاءُ فَيَعْتَلِجَانِ إِلىَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah bermanfaat kehati-hatian dari takdir dan do’a bermanfaat terhadap apa-apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Sesungguhnya bala`/musibah pasti terjadi kemudian bertemu dengan do’a, maka keduanya saling berperang sampai datangnya hari kiamat.” (Hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim dari shahabiyah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah. Lihat Ad-Da’ wa Ad-Dawa’)
Demikianlah do’a, memiliki peran yang luar biasa pengaruhnya dalam melindungi diri. Sehingga memang kedudukan do’a tidak jauh bedanya dengan senjata. Jika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna, maka akan memberikan manfaat yang besar bagi pemiliknya. Begitupun dengan do’a. Jika do’a tersebut adalah do’a yang terpenuhi padanya syarat-syarat dan adab dalam berdo’a serta tidak adanya penghalang, maka sungguh pelakunya akan melihat hasil do’anya tersebut.
Oleh karenanya, penting bagi seseorang yang berdo’a untuk mengetahui syarat-syarat dan adab-adab dalam berdo’a, serta hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya do’a, sehingga do’a tersebut benar-benar akan berfungsi sebagai sebuah senjata yang ampuh. Diantara syarat dan adab dalam berdo’a adalah:
1. Ikhlash, hadirnya hati, dan mengharap do’anya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Sesungguhnya Allah tidak menerima do’a dari hati yang lalai lagi main-main (tidak bersungguh-sungguh).” (HR. At-Tirmidzi)
2. Tidak terburu-buru
Sikap sabar dan tidak terburu-buru dalam berdo’a merupakan syarat dan adab dikabulkannya sebuah do’a. Sebaliknya, terburu-buru dan tidak sabar dalam berdo’a merupakan penghalang dikabulkannya do’a. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan hal ini dalam sabdanya:
« يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي»
رواه البخاري من حديث أبي هريرة
وفي رواية مسلم بلفظ: لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
Akan dikabulkan do’a salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu-buru (dalam do’anya) dan berkata: “Saya telah berdo’a, tapi belum juga dikabulkan!” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Dalam riwayat Muslim dengan lafazh: “Senantiasa dikabulkan do’a seorang hamba selama ia tidak berdo’a dalam perkara dosa atau dalam rangka memutus hubungan silaturrahim, serta tidak terburu-buru.” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apa maksudnya terburu-buru (dalam do’a)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Yaitu orang yang berdo’a tersebut berkata: ‘Saya sudah berdo’a dan berdo’a, tapi belum juga dikabulkan.’ Kemudian ia jenuh/bosan untuk berdo’a dan akhirnya meninggalkan do’a (tidak lagi berdo’a).”
Makna terburu-buru dalam berdo’a disini yaitu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits, yakni terburu-buru untuk melihat hasil do’anya. Dan bukan maknanya, terburu-buru dalam melafazhkan do’a, walaupun yang demikian ini mengurangi adab dalam berdo’a.
3. Menjauhi perkara yang haram
Diantara penghalang terkabulnya do’a adalah makan, minum, berpakaian dari apa-apa yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ}
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ »
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan Allah telah memerintahkan kaum mukminin dengan apa-apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah berfirman: “Wahai para rasul, Makanlah dari yang baik-baik dan beramal sholehlah. Sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui apa-apa yang kalian lakukan.”
Dan juga firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang Kami rizkikan kepada kalian.”
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan rambutnya acak-acakan dan penuh debu, kemudian ia (laki-laki tersebut) mengangkat tangannya ke langit (seraya berdo’a), “Ya Rabbi, ya Rabbi,” akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram. Maka bagaimanakah do’anya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan kita selaku umatnya dari hal-hal yang haram, baik makanan, minuman, pakaian, serta hasil usaha yang haram yang mana itu semua merupakan penghalang terbesar dikabulkannya do’a.
4. Mengangkat tangan ketika berdo’a
Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.
5. Memilih waktu-waktu dikabulkan do’a
Memperhatikan waktu-waktu yang mustajab (waktu-waktu do’a dikabulkan) merupakan hal penting bagi seorang yang berdo’a. Yang mana pada waktu-waktu tersebut sangat besar kemungkinan do’a dikabulkan, maka diantara waktu-waktu mustajab yang disebutkan oleh ulama berdasarkan dalil dari Al-Qur`an maupun hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih adalah: Sepertiga malam akhir, antara adzan dan iqamah, akhir waktu Ashar hari Jum’at, ketika sujud, ketika safar, ketika berpuasa, akhir dari shalat lima waktu (yakni ketika sebelum salam).
Jika terpenuhi pada sebuah do’a syarat dan adabnya, serta tidak adanya penghalang, dan dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, maka hampir-hampir do’a tersebut tidak ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala, serta do’a tersebut benar-benar berfungsi seperti sebuah senjata ampuh yang memberikan manfaat bagi pemiliknya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Buletin Islam AL ILMU Edisi: 15/IV/VIII/1431
Senin, 14 Juni 2010
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA : KEBUTUHAN NUTRISI
DEFINISI
1. Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nancy Nuwer Konstantinides)
2. Jumlah dari seluruh interaksi antara organisme dan makanan yang dikonsumsinya (Cristian dan Gregar 1985)
3. Dengan kata lain nutrisi adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya. Masyarakat memperoleh makanan atau nutrien esensial untuk pertumbuhan dan pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari semua proses tubuh.
4. Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.
JENIS-JENIS NUTRIEN
1. Karbohidrat
2. Lemak
3. protein
4. vitamin
5. mineral dan air
MALNUTRISI
Kekurangan intake dari zat-zat makanan terutama protein dan karbohidrat. Dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kognisi serta dapat memperlambat proses penyembuhan.
TIPE-TIPE MALNUTRISI
1. Defisiensi nutrien, contoh : kurang makan buah dan sayur menyebabkan kurang vitamin C yang dapat mengakibatkan perdarahan pada gusi.
2. Marasmus, Kekurangan pritein dan kalori sehingga terjadinya pembongkaran lemak otot. Gambaran klinis : atropi otot, menghilangnya lapisan lemak subkutan, kelambatan pertumbuhan, perut buncit, sangat kurus seperti tulang di bungkus kulit.
3. Kwashiorkor : kekurangan protein karena diit yang kurang protein atau disebabkan karena protein yang hilang secara fisiologis (misalnya keadaan cidera dan infeksi). Ciri-cirinya : lemah, apatis, hati membesar, BB turun, atropi otot, anemia ringan, perubahan pigmentasi pada kulit dan rambut.
EFEK MALNUTRISI TERHADAP SISTEM TUBUH
1. Neurologis/ temperatur regulasi menurunkan metabolisme dan suhu basal tubuh
2. Status mental apatis, depresi, mudah terangsang, penurunan fungsi kognitif, kesulitan pengambilan keputusan.
3. Sistem imun. Produksi sel darah putih, resiko terhadap penyakit infeksi bila leukosit turun
4. Muskuloskeletal. Penurunan massa otot, terganggunya koordinasi dan ketangkasan.
5. Kardiovaskuler. Gangguan irama jantung, atropi jantung, pompa jantung turun
6. Respiratory, atropi otot pernapasan, pnemonia
7. Gastrointestinal, Penurunan massa feces, penurunan enzim pencernaan, penurunan proses absorbsi, mempersingkat waktu transit, meningkatkan pertumbuhan bakteri, diare, mengurangi peristaltik
8. Sistem urinaria. Atropi ginjal, mengubah filtrasi dan keseimbangan cairan dan elektrolit
9. Sistem hati dan empedu. Mengurangi penyimpanan glukosa, mengurangi produksi glukosa dari asam amino, mengurangi sintesa protein.
PERENCANAAN MAKANAN
Hidangan makanan umumnya direncanakan untuk memberikan campuran berbagai jenis makanan yang sesuai dengan selera tetapi pengetahuan gizi harus diterjemahkan dalam hal-hal praktis tersebut.
PEDOMAN DIIT DAPAT DIWUJUDKAN DALAM CARA- CARA BERIKUT INI :
1. Makanlah berbagai ragam makanan. Cara ini akan menjamin bahwa diit anada mengandung semua nutien dalam jumlah yang memadai
2. Mengurangi konsumsi gula
3. Meningkatkan kandungan serat dan pati dalam diit dengan makanan lebih banyak beras tumbuk, kentang sayur dan buah-buahan.
4. Mengurangi kandungan garam dalam diit dengan mengurangi makanan hasil olahan dan tidak membubuhkan bumbu secara berlebihan
5. Mengurangi konsumsi lemak dengan mengurangi makan mentega, mengantikan cara menggoreng dengan membakar atau merebus.
KEBUTUHAN NUTRISI BERDASARKAN TINGKAT PERKEMBANGAN
Makanan bayi
ASI merupakan makanan ideal bagi bayi berusia 1-2 tahun hingga usia 4 bulan bayi hanya perlu ASI sebagai makanan satu-satunya dan setelah itu ASI diberi bersama-sama makanan mereka. 4-12 bulan mulai dikenalkan dengan makanan padat. 8 bulan ke atas mulai bisa makan makanan orang dewasa.
ASI atau susu formula. Sereal dan roti sereal dicampur dengan susu. Dilanjut dengan roti dan sereal lainnya. Dilanjutkan dengan sereal bayi sampai 18 bulan. Buah dan sayur di jus, mulai dengan jus 1 mangkok, memenuhi kebutuhan viatamin C. Lunak, 1 mangkok jus, buah lunak dan sayur yang di masak. Sayur dan buah di berikan 4 kali sehari termasuk jus. Daging dan sumber protein lain. Daging giling, daging yang di potong, daging sapi, telur, ikan, kacang polong, keju. Daging ataupun protein diberikan 2 kali sehari.
Todler dan PreSchool
Rata-rata anak todler dan preschool umumnya membutuhkan :
1. Susu : 2 atau 3 kali dalam 1 hari. Dalam 1 kali minum kira-kira ½ - 1 gelas
2. Daging : 2 kali atau lebih sehari
3. Sereal dan roti : 4 kali atau lebih dalam 1 hari. 1 kali pemberian kira-kira ½ - 1 potong roti atau ½ - 1 gelas bubur.
4. Sayur dan buah-buahan : 4 kali atau lebih dalam 1 hari. Itu meliputi sekurang-kurangnya 1 kali atau lebih pemberian jeruk dan 1 kali pemberian sayuran hijau/kuning.
Anak sekolah
Anak sekolah membutuhkan jumlah yang sama besar dengan penyediaan makanan dasar yang dibutuhkan oleh anak usia pre school. Tapi kebutuhan lebih banyak dari anak pre school. Contoh : susu satu gelas, daging 6-8 potong, sayur 1/3 – ½ gelas, roti 1-2 iris, sereal ½ - 1 mangkok.
Adolesence
Remaja membutuhkan energi untuk kebutuhan mereka dan di dalam makanannya membutuhkan susu, daging, sayuran hgijau dan kuning. Orang tua di anjurkan memberikan sayur dan buah.
Dewasa muda
Harus terjadi keseimbngan antara intake makanan dengan jumlah kalori y7ang keluar, khususnya pada wanita hamil dan menyusui. Wanita hamil dan menyusui membutuhkan :
1. Protein
2. Kalsium dan fisfor
3. Magnesium 150 mg/hari
4. Besi
5. Iodine 175 mg/hari
6. seng 5 mg lebih banyak dari kebutuhan d\seharinya untuk pembentukan jaringan baru.
Midle Age Adult (Dewasa Tengah)
Intake kalori perlu dikurangi karena penurunan BMR, pertumbuhan sudah lengkap dan aktivitas berkurang. Penurunan intake bertujuan untuk mencegah obesitas. Mereka sebaiknya berhati-hati dalam memilih makanan. Makanan yang di anjurkan makanan rendah lemak, unggas, ikan, kacang dan telur hanya boleh 3 kali seminggu. Sayur, buah, sereal dan roti kasar dapat memenuhi kebutuhan serat dan protein.
Manula
Terjadinya perubahan fisiologis seperti : kurangnya gig, kurangnya kemampuan merasa, dan mencium yang dapat berpengaruh pada kebiasaan makanan. Perubahan fisiologis lainnya :
1. Penurunan sekresi dan asam lambung
2. Penurunan peristaltik
3. Berkurangnya sirkulasi
4. Menurunkan toleransi glukosa
5. Menurunkan massa tulang
6. BB turun
PEDOMAN NUTRISI UNTUK MANULA MENURUT RAAB DAN RAAB
1. Mengurangi konsumsi lemak dengan minum susu rendah lemak, memakan lebih banyak unggas-unggasan dan ikan dari pada daging merah. Batas porsi daging adalah 4-6 ons perhari. Tambahan lemak yang terbatas dari buttert, margarin dan salad berminyak.
2. Konsumsi makanan penutup seperti buah segar atau kalengan, puding yang di buat dari susu rendah lemak lebih baik dari pada mengkonsumsi pie, biskuit, cake atau es krim
3. Yakinkan bahwa intake daging, unggas, ikan telur dan keju cukup, karena konsumsi makanan ini berkurang pada manula
4. Karena toleransi glukosa menurunkan konsumsi karbohidrat komplek seperti roti, sereal, beras, pasta, kentang dan kacang-kacangan lebih baik dari makanan yang banyak mengandung gula
5. Mengkonsumsi sekitar 800 mg kalsium untuk mencegah karapuhan tulang. Susu dan produk-produknya seperti eju, yoghurt, sup krim, puding susu, produk susu yang dibekukan adalh sumber kalsium yang utama
6. Cukup konsumsi vitamin D untuk mempertahankan keseimbangan kalsium didapatkan dari susu. Bila susu dan produknya tidak dapat mentoleransi defisiensi laktosa, suplemen vitamin D bisa diberikan
7. Diet rendah garam pada manula yang menderita hipertensi dan penyakit kardiovaskuler. Hindari sup kalengan, kecap, mustar, garam, rokok dan lainnya
8. Penggunaan aspirin dapat menurunkan intake daging dan kebutuhan zat besi akan meningkat
9. Kesulitan mengunyah buah-buahan dan sayur-sayuran dapat mnyebabkan
1. Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nancy Nuwer Konstantinides)
2. Jumlah dari seluruh interaksi antara organisme dan makanan yang dikonsumsinya (Cristian dan Gregar 1985)
3. Dengan kata lain nutrisi adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya. Masyarakat memperoleh makanan atau nutrien esensial untuk pertumbuhan dan pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari semua proses tubuh.
4. Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.
JENIS-JENIS NUTRIEN
1. Karbohidrat
2. Lemak
3. protein
4. vitamin
5. mineral dan air
MALNUTRISI
Kekurangan intake dari zat-zat makanan terutama protein dan karbohidrat. Dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kognisi serta dapat memperlambat proses penyembuhan.
TIPE-TIPE MALNUTRISI
1. Defisiensi nutrien, contoh : kurang makan buah dan sayur menyebabkan kurang vitamin C yang dapat mengakibatkan perdarahan pada gusi.
2. Marasmus, Kekurangan pritein dan kalori sehingga terjadinya pembongkaran lemak otot. Gambaran klinis : atropi otot, menghilangnya lapisan lemak subkutan, kelambatan pertumbuhan, perut buncit, sangat kurus seperti tulang di bungkus kulit.
3. Kwashiorkor : kekurangan protein karena diit yang kurang protein atau disebabkan karena protein yang hilang secara fisiologis (misalnya keadaan cidera dan infeksi). Ciri-cirinya : lemah, apatis, hati membesar, BB turun, atropi otot, anemia ringan, perubahan pigmentasi pada kulit dan rambut.
EFEK MALNUTRISI TERHADAP SISTEM TUBUH
1. Neurologis/ temperatur regulasi menurunkan metabolisme dan suhu basal tubuh
2. Status mental apatis, depresi, mudah terangsang, penurunan fungsi kognitif, kesulitan pengambilan keputusan.
3. Sistem imun. Produksi sel darah putih, resiko terhadap penyakit infeksi bila leukosit turun
4. Muskuloskeletal. Penurunan massa otot, terganggunya koordinasi dan ketangkasan.
5. Kardiovaskuler. Gangguan irama jantung, atropi jantung, pompa jantung turun
6. Respiratory, atropi otot pernapasan, pnemonia
7. Gastrointestinal, Penurunan massa feces, penurunan enzim pencernaan, penurunan proses absorbsi, mempersingkat waktu transit, meningkatkan pertumbuhan bakteri, diare, mengurangi peristaltik
8. Sistem urinaria. Atropi ginjal, mengubah filtrasi dan keseimbangan cairan dan elektrolit
9. Sistem hati dan empedu. Mengurangi penyimpanan glukosa, mengurangi produksi glukosa dari asam amino, mengurangi sintesa protein.
PERENCANAAN MAKANAN
Hidangan makanan umumnya direncanakan untuk memberikan campuran berbagai jenis makanan yang sesuai dengan selera tetapi pengetahuan gizi harus diterjemahkan dalam hal-hal praktis tersebut.
PEDOMAN DIIT DAPAT DIWUJUDKAN DALAM CARA- CARA BERIKUT INI :
1. Makanlah berbagai ragam makanan. Cara ini akan menjamin bahwa diit anada mengandung semua nutien dalam jumlah yang memadai
2. Mengurangi konsumsi gula
3. Meningkatkan kandungan serat dan pati dalam diit dengan makanan lebih banyak beras tumbuk, kentang sayur dan buah-buahan.
4. Mengurangi kandungan garam dalam diit dengan mengurangi makanan hasil olahan dan tidak membubuhkan bumbu secara berlebihan
5. Mengurangi konsumsi lemak dengan mengurangi makan mentega, mengantikan cara menggoreng dengan membakar atau merebus.
KEBUTUHAN NUTRISI BERDASARKAN TINGKAT PERKEMBANGAN
Makanan bayi
ASI merupakan makanan ideal bagi bayi berusia 1-2 tahun hingga usia 4 bulan bayi hanya perlu ASI sebagai makanan satu-satunya dan setelah itu ASI diberi bersama-sama makanan mereka. 4-12 bulan mulai dikenalkan dengan makanan padat. 8 bulan ke atas mulai bisa makan makanan orang dewasa.
ASI atau susu formula. Sereal dan roti sereal dicampur dengan susu. Dilanjut dengan roti dan sereal lainnya. Dilanjutkan dengan sereal bayi sampai 18 bulan. Buah dan sayur di jus, mulai dengan jus 1 mangkok, memenuhi kebutuhan viatamin C. Lunak, 1 mangkok jus, buah lunak dan sayur yang di masak. Sayur dan buah di berikan 4 kali sehari termasuk jus. Daging dan sumber protein lain. Daging giling, daging yang di potong, daging sapi, telur, ikan, kacang polong, keju. Daging ataupun protein diberikan 2 kali sehari.
Todler dan PreSchool
Rata-rata anak todler dan preschool umumnya membutuhkan :
1. Susu : 2 atau 3 kali dalam 1 hari. Dalam 1 kali minum kira-kira ½ - 1 gelas
2. Daging : 2 kali atau lebih sehari
3. Sereal dan roti : 4 kali atau lebih dalam 1 hari. 1 kali pemberian kira-kira ½ - 1 potong roti atau ½ - 1 gelas bubur.
4. Sayur dan buah-buahan : 4 kali atau lebih dalam 1 hari. Itu meliputi sekurang-kurangnya 1 kali atau lebih pemberian jeruk dan 1 kali pemberian sayuran hijau/kuning.
Anak sekolah
Anak sekolah membutuhkan jumlah yang sama besar dengan penyediaan makanan dasar yang dibutuhkan oleh anak usia pre school. Tapi kebutuhan lebih banyak dari anak pre school. Contoh : susu satu gelas, daging 6-8 potong, sayur 1/3 – ½ gelas, roti 1-2 iris, sereal ½ - 1 mangkok.
Adolesence
Remaja membutuhkan energi untuk kebutuhan mereka dan di dalam makanannya membutuhkan susu, daging, sayuran hgijau dan kuning. Orang tua di anjurkan memberikan sayur dan buah.
Dewasa muda
Harus terjadi keseimbngan antara intake makanan dengan jumlah kalori y7ang keluar, khususnya pada wanita hamil dan menyusui. Wanita hamil dan menyusui membutuhkan :
1. Protein
2. Kalsium dan fisfor
3. Magnesium 150 mg/hari
4. Besi
5. Iodine 175 mg/hari
6. seng 5 mg lebih banyak dari kebutuhan d\seharinya untuk pembentukan jaringan baru.
Midle Age Adult (Dewasa Tengah)
Intake kalori perlu dikurangi karena penurunan BMR, pertumbuhan sudah lengkap dan aktivitas berkurang. Penurunan intake bertujuan untuk mencegah obesitas. Mereka sebaiknya berhati-hati dalam memilih makanan. Makanan yang di anjurkan makanan rendah lemak, unggas, ikan, kacang dan telur hanya boleh 3 kali seminggu. Sayur, buah, sereal dan roti kasar dapat memenuhi kebutuhan serat dan protein.
Manula
Terjadinya perubahan fisiologis seperti : kurangnya gig, kurangnya kemampuan merasa, dan mencium yang dapat berpengaruh pada kebiasaan makanan. Perubahan fisiologis lainnya :
1. Penurunan sekresi dan asam lambung
2. Penurunan peristaltik
3. Berkurangnya sirkulasi
4. Menurunkan toleransi glukosa
5. Menurunkan massa tulang
6. BB turun
PEDOMAN NUTRISI UNTUK MANULA MENURUT RAAB DAN RAAB
1. Mengurangi konsumsi lemak dengan minum susu rendah lemak, memakan lebih banyak unggas-unggasan dan ikan dari pada daging merah. Batas porsi daging adalah 4-6 ons perhari. Tambahan lemak yang terbatas dari buttert, margarin dan salad berminyak.
2. Konsumsi makanan penutup seperti buah segar atau kalengan, puding yang di buat dari susu rendah lemak lebih baik dari pada mengkonsumsi pie, biskuit, cake atau es krim
3. Yakinkan bahwa intake daging, unggas, ikan telur dan keju cukup, karena konsumsi makanan ini berkurang pada manula
4. Karena toleransi glukosa menurunkan konsumsi karbohidrat komplek seperti roti, sereal, beras, pasta, kentang dan kacang-kacangan lebih baik dari makanan yang banyak mengandung gula
5. Mengkonsumsi sekitar 800 mg kalsium untuk mencegah karapuhan tulang. Susu dan produk-produknya seperti eju, yoghurt, sup krim, puding susu, produk susu yang dibekukan adalh sumber kalsium yang utama
6. Cukup konsumsi vitamin D untuk mempertahankan keseimbangan kalsium didapatkan dari susu. Bila susu dan produknya tidak dapat mentoleransi defisiensi laktosa, suplemen vitamin D bisa diberikan
7. Diet rendah garam pada manula yang menderita hipertensi dan penyakit kardiovaskuler. Hindari sup kalengan, kecap, mustar, garam, rokok dan lainnya
8. Penggunaan aspirin dapat menurunkan intake daging dan kebutuhan zat besi akan meningkat
9. Kesulitan mengunyah buah-buahan dan sayur-sayuran dapat mnyebabkan
Jumat, 11 Juni 2010
Khuthbah Terakhir ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah
Dinukil dari : www.assalafy.org/mahad
Wahai sekalian manusia,
“Sesungguhnya tidaklah kalian diciptakan dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan dilarang. Dan sesungguhnya bagi kalian ada perjanjian yang telah Allah ta’ala turunkan di dalamnya sebagai pemutus perkara dan pembeda di antara kalian. Sungguh telah celaka dan merugi seseorang yang telah keluar dari rahmat Allah yang (padahal) rahmat-Nya itu meliputi segala sesuatu, dan telah celaka dan merugi pula seseorang yang diharamkan baginya al-jannah (surga) yang (padahal) jannah Allah itu seluas langit dan bumi.
Ketahuilah bahwasanya keamanan pada hari esok (hari akhir) adalah bagi orang yang menjaga diri dari adzab Allah dan takut kepada-Nya serta orang yang mau menukar sesuatu yang fana (dunia) dengan sesuatu yang kekal (akhirat), yang mau menukar sesuatu yang sedikit dengan sesuatu yang banyak, dan yang mengganti rasa takut (dengan sebab kemaksiatan) dengan keamanan (menjalankan ketaatan). Tidakkah kalian melihat bahwasanya kalian berada di jalan orang-orang yang akan binasa? Dan kalian akan digantikan oleh orang-orang lain setelah kalian dan seterusnya sampai kalian kembali kepada sebaik-baik pemberi warisan (Allah subhanahu wata’ala)?
Setiap hari kalian berjalan pagi dan petang menuju kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagiannya telah datang kepadanya keputusan dari Allah dan sebagian yang lain masih menunggu keputusan dari-Nya. Kalian akan lelah untuk terus menempuh jalan yang mendaki, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya tanpa sandaran dan juga tanpa aturan, berpisah dengan orang-orang tercinta, terputuslah hubungan kekasih, dan kemudian menetap dalam kubur untuk menuju hari perhitungan, kini dia tergadai dengan amalannya, dia butuh terhadap sesuatu yang akan datang dan merasa cukup dengan yang dia tinggalkan.
Maka bertaqwalah kepada Allah sebelum datangnya kematian dan ketetapan dari Allah. Demi Allah, sesungguhnya aku mengatakan perkataan ini kepada kalian dan aku tidak mengetahui seorang pun yang dosanya lebih banyak daripada dosaku.
Dan tidaklah salah seorang dari kalian menyampaikan keperluannya kepadaku kecuali akan aku penuhi kebutuhannya tersebut sebatas kemampuanku. Dan tidaklah salah seorang di antara kalian yang mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kami kecuali aku menginginkannya sebagai bagian dari keringat dan dagingku sampai kemudian menjadi sama antara kehidupan kami dengan kehidupan dia.
Dan demi Allah, kalau seandainya aku menginginkan selain hal ini dari kemewahan dan kenikmatan duniawi, maka lisan ini akan merendahkannya dengan sebab-sebab yang telah diketahui. Akan tetapi telah berlaku ketetapan dari Allah dalam kitab-Nya dan Sunnah yang adil, yang membimbing untuk taat kepada-Nya dan melarang dari bermaksiat kepada-Nya.”
Kemudian beliau mengangkat ujung selendangnya dan menangis terisak-isak sampai pingsan yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya pun menangis. Kemudian beliau turun dari mimbar dan tidak pernah beliau berkhuthbah lagi setelah itu sampai wafat rahimahullah.
Diterjemahkan dari: http://sahab.net/forums/showthread.php?t=362983
Wahai sekalian manusia,
“Sesungguhnya tidaklah kalian diciptakan dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan dilarang. Dan sesungguhnya bagi kalian ada perjanjian yang telah Allah ta’ala turunkan di dalamnya sebagai pemutus perkara dan pembeda di antara kalian. Sungguh telah celaka dan merugi seseorang yang telah keluar dari rahmat Allah yang (padahal) rahmat-Nya itu meliputi segala sesuatu, dan telah celaka dan merugi pula seseorang yang diharamkan baginya al-jannah (surga) yang (padahal) jannah Allah itu seluas langit dan bumi.
Ketahuilah bahwasanya keamanan pada hari esok (hari akhir) adalah bagi orang yang menjaga diri dari adzab Allah dan takut kepada-Nya serta orang yang mau menukar sesuatu yang fana (dunia) dengan sesuatu yang kekal (akhirat), yang mau menukar sesuatu yang sedikit dengan sesuatu yang banyak, dan yang mengganti rasa takut (dengan sebab kemaksiatan) dengan keamanan (menjalankan ketaatan). Tidakkah kalian melihat bahwasanya kalian berada di jalan orang-orang yang akan binasa? Dan kalian akan digantikan oleh orang-orang lain setelah kalian dan seterusnya sampai kalian kembali kepada sebaik-baik pemberi warisan (Allah subhanahu wata’ala)?
Setiap hari kalian berjalan pagi dan petang menuju kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagiannya telah datang kepadanya keputusan dari Allah dan sebagian yang lain masih menunggu keputusan dari-Nya. Kalian akan lelah untuk terus menempuh jalan yang mendaki, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya tanpa sandaran dan juga tanpa aturan, berpisah dengan orang-orang tercinta, terputuslah hubungan kekasih, dan kemudian menetap dalam kubur untuk menuju hari perhitungan, kini dia tergadai dengan amalannya, dia butuh terhadap sesuatu yang akan datang dan merasa cukup dengan yang dia tinggalkan.
Maka bertaqwalah kepada Allah sebelum datangnya kematian dan ketetapan dari Allah. Demi Allah, sesungguhnya aku mengatakan perkataan ini kepada kalian dan aku tidak mengetahui seorang pun yang dosanya lebih banyak daripada dosaku.
Dan tidaklah salah seorang dari kalian menyampaikan keperluannya kepadaku kecuali akan aku penuhi kebutuhannya tersebut sebatas kemampuanku. Dan tidaklah salah seorang di antara kalian yang mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kami kecuali aku menginginkannya sebagai bagian dari keringat dan dagingku sampai kemudian menjadi sama antara kehidupan kami dengan kehidupan dia.
Dan demi Allah, kalau seandainya aku menginginkan selain hal ini dari kemewahan dan kenikmatan duniawi, maka lisan ini akan merendahkannya dengan sebab-sebab yang telah diketahui. Akan tetapi telah berlaku ketetapan dari Allah dalam kitab-Nya dan Sunnah yang adil, yang membimbing untuk taat kepada-Nya dan melarang dari bermaksiat kepada-Nya.”
Kemudian beliau mengangkat ujung selendangnya dan menangis terisak-isak sampai pingsan yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya pun menangis. Kemudian beliau turun dari mimbar dan tidak pernah beliau berkhuthbah lagi setelah itu sampai wafat rahimahullah.
Diterjemahkan dari: http://sahab.net/forums/showthread.php?t=362983
Sayyidul Istighfar (Istighfar yang Paling Utama)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada Ilah yang haq melainkan Engkau. Engkau telah menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, aku di atas perjanjian-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan amalanku. Aku mengakui nikmat-nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku, aku mengakui dosa-dosaku. Ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau.”
“Barangsiapa membacanya di waktu siang dalam keadaan meyakini maknanya kemudian ia meninggal pada hari itu sebelum petang maka ia termasuk penduduk surga. Dan barangsiapa membacanya di waktu malam dalam keadaan meyakini maknanya kemudian ia meninggal sebelum masuk waktu subuh maka ia termasuk penduduk surga.” (HR. Al-Bukhari dari sahabat Syaddad ibnu Aus radhiyallahu ‘anhu)
Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=914
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada Ilah yang haq melainkan Engkau. Engkau telah menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, aku di atas perjanjian-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan amalanku. Aku mengakui nikmat-nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku, aku mengakui dosa-dosaku. Ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosaku melainkan Engkau.”
“Barangsiapa membacanya di waktu siang dalam keadaan meyakini maknanya kemudian ia meninggal pada hari itu sebelum petang maka ia termasuk penduduk surga. Dan barangsiapa membacanya di waktu malam dalam keadaan meyakini maknanya kemudian ia meninggal sebelum masuk waktu subuh maka ia termasuk penduduk surga.” (HR. Al-Bukhari dari sahabat Syaddad ibnu Aus radhiyallahu ‘anhu)
Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=914
Rabu, 26 Mei 2010
Sandal
Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja.
Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, "Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. "Aku harus memperbaikinya."
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik.
Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja.
Ia berkata pada Maharaja, "Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja."
Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut "Sandal".
Yang Perlu kita renungkan adalah;
Seringkali kita berharap dapat mengubah seluruh dunia beserta isinya, namun sesungguhnya yang diperlukan hanyalah mengubah diri kita sendiri.
Jangan berharap orang lain berubah, atau lingkunganmu berubah, kecuali diri kita sendiri yang berubah terlebih dahulu..maka secara pelan tapi pasti kita menjadi kekuatan energi positif untuk mengubah sekitar kita..
Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, "Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. "Aku harus memperbaikinya."
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik.
Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja.
Ia berkata pada Maharaja, "Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja."
Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut "Sandal".
Yang Perlu kita renungkan adalah;
Seringkali kita berharap dapat mengubah seluruh dunia beserta isinya, namun sesungguhnya yang diperlukan hanyalah mengubah diri kita sendiri.
Jangan berharap orang lain berubah, atau lingkunganmu berubah, kecuali diri kita sendiri yang berubah terlebih dahulu..maka secara pelan tapi pasti kita menjadi kekuatan energi positif untuk mengubah sekitar kita..
Senin, 24 Mei 2010
Pengelolaan Pasien Di Ruang Pulih Sadar
Setelah dilakukan pembedahan pasien dirawat diruang pulih sadar. Pasien yang dikelola adalah pasien pasca anesthesia umum ataupun reegional. Diruang pulih sadar dimonitor jalan nafasnya apakah bebas atau tidak? Ventilasinya cukup atau tidak? Dan sirkulasinya sudah baik atau belum?
Pasien dengan gangguan jalan nafas dan ventilasi harus ditangani secara dini. Selain obstruksi jalan nafas karena lidah yang jatuh ke belakang atau spsme laryng, pasca bedah dini kemungkinan terjadi muntah yang dapat berakibat aspirasi. Anesthesia yang masih dalam dan sisa pengaruh obat pelumpuh otot akan berakibat penurunan ventilasi. Rasa nyeri pasca bedah thoraks dan perut bagian atas dapat pula terjadi penurunan ventilasi. Gangguan sirkulasi terjadi pada pasien yang therapy cairan yang diberikan selama pembedahan belum cukup.
Monitor kesadaran merupakan hal yang penting karena selama pasien belum sadar dapat terjadi gangguan jalan nafas. Pasien yang belum sadar diberikan oksigen dengan kanula nasal atau masker sampai pasien sadar betul. Pasien yang sudah keluar dari pengaruh obat anesthesia akan sadar kembali. Sadar yang berkepanjangan adalah akibat sisa pengaruh obat anethesia, hypotermia atau hypoksia dan hyperkarbia. Hypoksia dan hyperkarbia terjadi pada pasien dengan gangguan jalan nafas dan ventilasi. Menggigil yang terjadi pasca bedah dini adalah akibat efek vasodilatasi obat anesthesia yang melakukan vasokonstriksi. Menggigil akan menambah beban jantung dan sangat berbahaya pada pasien dengan penyakit jantung.
Kartu observasi selama diruang pulih sadar harus ditulis dengan jelas sehingga dapat dibaca bila pasien sudah kembali ke bangsal.
Pasien dengan gangguan jalan nafas dan ventilasi harus ditangani secara dini. Selain obstruksi jalan nafas karena lidah yang jatuh ke belakang atau spsme laryng, pasca bedah dini kemungkinan terjadi muntah yang dapat berakibat aspirasi. Anesthesia yang masih dalam dan sisa pengaruh obat pelumpuh otot akan berakibat penurunan ventilasi. Rasa nyeri pasca bedah thoraks dan perut bagian atas dapat pula terjadi penurunan ventilasi. Gangguan sirkulasi terjadi pada pasien yang therapy cairan yang diberikan selama pembedahan belum cukup.
Monitor kesadaran merupakan hal yang penting karena selama pasien belum sadar dapat terjadi gangguan jalan nafas. Pasien yang belum sadar diberikan oksigen dengan kanula nasal atau masker sampai pasien sadar betul. Pasien yang sudah keluar dari pengaruh obat anesthesia akan sadar kembali. Sadar yang berkepanjangan adalah akibat sisa pengaruh obat anethesia, hypotermia atau hypoksia dan hyperkarbia. Hypoksia dan hyperkarbia terjadi pada pasien dengan gangguan jalan nafas dan ventilasi. Menggigil yang terjadi pasca bedah dini adalah akibat efek vasodilatasi obat anesthesia yang melakukan vasokonstriksi. Menggigil akan menambah beban jantung dan sangat berbahaya pada pasien dengan penyakit jantung.
Kartu observasi selama diruang pulih sadar harus ditulis dengan jelas sehingga dapat dibaca bila pasien sudah kembali ke bangsal.
